Selasa, 20 Desember 2011

TATA CARA PENGGUNAAN M I K R O S K O P


Gambar sel hidup 

Mikroskop adalah alat yang di gunakan untuk melihat, atau mengenali benda-benda renik yang terlihat kecil menjadi lebih besar dari aslinya. Mikroskop merupakan alat dasar yang sangat sering digunakan dalam pengamatan, terutama dalam  bidang  Biologi. Dari  macam-macam tipe mikroskop  yang  masing-masing  mempunyai ntujuan  penggunaan  tertentu,  dan  bermacam.-macam pula kelengkapannya,  kita  akan membahas  beberapatipe yang  lazim  digunakan  dalam  biologi.

Mikroskop adalah keahlian menggunakan mikroskop yaitu peralatan yang didesain untuk memperbesar gambaran objek atau specimen yang berukuran kecil. Mikroskop membantu mikrobiologis dalam mempelajari dan mendapatkan informasi tentang ciri-ciri organisme.

Mikroskop pertama kali dikembangkan pada abad ke-16 yang menggunakan lensa sederhana untuk mengatur cahaya biasa. Pertama kali perbesaran terbatas kira-kira 10 kali dari ukuran objek sebenarnya. Setelah mengalami perbaikan akhirnya perbesaran bisa mencapai 270 sampai 400 kali.

Penemu sel dalam susunan organisme adalah bersamaan dengan munculnya pemakaian mikroskop, yaitu Mikroskop Cahaya ( mikroskop yang sering digunakan dalam biologi), okuler baik yang berlensa tunggal atau dikenal dengan nama Mikroskop Monokuler maupun yang berlensa ganda atau yang dikenal dengan nama Mikroskop Binokuler. Sesungguhnya untuk meneliti sejarah pemakaian mikroskop dengan perbaikan-perbaikan yang sangat sulit.

Dapat dianggap bahwa penemuan alat-alat optik yang pertama adalah sudah merupakan pangkal penemuan dari mikroskop. Penggunaan sifat-sifat optik suatu permukaan yang melengkung sudah dilakukan olehEuclid ( 3000SM ), Ptolemy ( 127-151 ), dan oleh Alhazan pada awal abad ke-11, tetapi pemakaian praktis alat pembesaran optik belum dilakukan. Baru pada abad ke-16, Leonardo da Vinci dan Maurolycomempergunakan lensa untuk melihat benda-benda yang kecil.

Kakak beradik pembuat kaca mata bangsa Belanda yang bernama Zachary dan Francis Jansen pada tahun 1590 menemukan pemakaian dua buah lensa cembung dalam sebuah tabung. Penemuan ini dianggap sebagai prototip dari mikroskop. Tahun 1610 Galileo dengan kombinasi beberapa lensa yang dipasang dalam sebuah tabung timah untuk pertama kalinya berhasil digunakan sebagai sebuah mikroskop sederhana.

Tahun 1632-1723, Anthony van Lauwenhoek dapat membuat lensa-lensa dengan perbesaran yang memuaskan untuk melihat benda-benda yan kecil. Walaupun demikian terdapat keterbatasan kemampuan sebuah mikroskop dalam daya urainya.

Mikroskop Student (monokuler)

Mikroskop ini menggunakan cahaya putih biasa untuk melihat mikroorganisme. Cahaya dapat dilewatkan secara langsung melalui objek atau disekitar tepi objek. Polarisasi cahaya dengan melewatkan cahaya biasa melalui dua filter dapat digunakan untuk melihat bagian-bagian objek lebih jelas. Mikroskop cahaya membantu mikroskopis dalam melihat perbesaran objek secara langsung dengan mata.

Mikroskop cahaya dan memperbesar objek hingga 1000 kali dari ukuran sebenarnya. Mikroskop cahaya menggunakan satu lensa atau lebih lensa untuk mengatur pemusatan cahaya. Mikroskop cahaya sederhana menggunakan satu lensa sedangkan mikroskop cahaya kompleks (compound light microscope ) menggunakan dua set lensa. Mikroskop cahaya, berlensa okuler tungga dikenal dengan nama Mikroskop Monokuler sedangkan yang berlensa okuler ganda dikenal dengan namaMikroskop Binokuler.

Sebagai  contoh  yang  akan  digunakan  dalam  latihan  ini,  Mikroskop  Leitz  wetzlar Germany. tipe : H M   LUX

Bagian-bagiannya terdiri atas :
1.   Kaki  atau basis, dapat berbentuk persegi, tapal kuda, at u bentuk yang lain.

2.  Tangkai,  merupakan  penyokong  teropong  yang  menjadi  penghubung  antara  kaki dengan teropong.

3.  Meja benda, merupakan tempat untuk meletakkan preparat.

4.  Skrup-skrup  penggerak  sediaan,  jumlahnya  2  tersusun  pada  satu  sumbu yang  berguna  untuk  menggerakkan  sediaan  kemuka  dan  kebelakang (sekrup  atas)  ;  sedangkan  sekrup  bawah  untuk  menggerakkan  sediaan kekiri dan kekanan. Sekrup-sekrup pengatur jarak antara teropong dengan sediaan, jumlahnya 2 buah atau menjadi satu nampak sebuah sekrup saja. Pada tipe mikroskop ini hanya  ada  satu  buah  sekrup  yang  mempunyai2 fungsi  ;  yaitu  sebagai pengatur/penggerak  kasar  disebut  :  Makrometer  ;  dan  sebagai  penggerak halus disebut : micrometer

5.  Teropong, tediri atas:
a.   Lensa  obyektif yang  letaknya  dekat  dengan  sediaan  biasanya 2,3 lensa dipasang  sekaligus  pada  revolver  yang  dapat  diputar. Lensa objektif  biasanya mempunyai perbesaran4, 10, 40, 100 x.

b.   Lensa  okuler,  yang  letaknya  dibagian  atas  teropong.  Oleh  karena  jumlahnya satu  maka.  disebut  monokuler,biasanya  mempunyai  perbesaran5,  6, 10, atau 12 x.  pada  lense.  okuler  sering  tampak  garis  hitam  menuju  pusat  pandangan, ini sesungguhnya suatu tambahan saja yang dimaksudkan sebagai penunjuk.

c.   Diafragma, ialah bagian yang dapat untuk mengatur banyaknya sinar masuk dengan mengatur tangkainya.

d.   Kondensor, ialah  bagian  yang  terdiri  atas  lensa,  berguna  untuk  mengatur pernusatan sinar.

e.   Filter, berupa gelas bundar yang berwarna biru, hijau, atau warna lain yang berguna untuk mengurangi silau, atau untuk penegasan gambar,

f.    cermin ,  alat untuk menangkap cahaya.  Biasanya terdi i 2 rnacarn yaitu cermin datar,  sebaliknya  adalah  cermin  cekung.  untuk  keadaan  terang  digunakan  cermin datar, sedang dalam keadaan agakgelap digunakan cermin cekung.

CARA PENGGUNAANNYA

Mencari bidang penglihatan

1.   Tempatkan  lensa  obyektip  perbesaran  lemah  dengan  memutar  revolver  sampai berbunyi klik.

2.  Tariklah tangkai diafragma kebelakang, berarti diafragma terbuka sempurna. Cermin1 diarahkan ke a.rah cahaya.

3.   Diamati pada bidang penglihatan sampai terang, dengan mata membidik lensa okuler.

Mencari.bayangan sediaan.

1.   Letakkan sediaan pada meja benda, dan dijepit dengan penjepit samping.

2.  Putarlah makrometer kebelakang sampai pol, sambil kita tempatkan noda sediaan tepat di bawah lensa obyektip.

3.   Bidikkan mata ke lensa okuler sambil memutar makrometer ke depan searah jarum jampelan-pelan sampai tampak bayangan yang jelas. Kalau ingin dengan perbesaran kuat, tinggal  memutar  obyektipnya,  lalu  memainkan  fungsi  dari  mikrometer  secara  sangat pelan. Bila lensa obyektip100 x maka di atas sediaan ditetesi minyak imersi dahulu.

Keterangan :

1.   Kaki atau basis
2.  Tangkai
3.  Meja benda
4.  Sekrup pengatur sediaan
5.  Sekrup pengatur jarak
              6a.   Teropong tab. Obyektip
             6b.   Teropong tab. Okuler
6.  Diafragma
7.  Kondensor
8.  Filter
9.  Cermin


Dicontek Dari :
Dwijosoeputro. 1994. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta : Gramedia.
Syamsuri, Istamar. 2006. Sains Biologi. Jakarta: Erlangga.
Image. www.google.co.id. 1 Oktober 2007
Sumarwan dkk. 2000. Sains Biologi. Jakarta: Erlangga.
Syamsuri, Istamar. 2004. Sains Biologi. Jakarta : Erlangga



Reaksi:

0 komentar: